gambar

gambar
PhotobucketSELAMAT DATANG DI WEBSITE POLRES PONTIANAK. KAMI SIAP MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKATPhotobucketDENGARKAN SIARAN RADIO POLRES PONTIANAKPhotobucket
PhotobucketHEADLINE NEWS POLRES PONTIANAKPhotobucket

Rabu, 31 Desember 2014

98 PERSONIL POLRES PONTIANAK NAIK PANGKAT


Upacara kenaikan pangkat anggota polres pontianak yang di laksanakan pada hari rabu tanggal 31 desember 2014 bertindak selaku inspektur upacara Kapolres pontianak Akbp Suharjimantoro S.ik. Kenaikan pangkat bagi anggota polri bukan merupakan suatu hak, melainkan suatu bentuk penghargaan dari pimpinan atas kinerja dan dedikasi yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas.

Semakin tinggi pangkat yang di sandang maka semakin berat pula tugas dan tanggung jawab yang di emban, karena pangkat juga merupakan sebuah amanah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing masing.

Dalam sambutannya kapolres mengatakan  bahwa dari 98 personil polres pontianak yang diusulkan kenaikan pangkatnya,  95 personil yang telah di setujui kenaikan pangkatnya sedangkan 3 personil masih dalam proses pelanggaran disiplin.

 "Kepada anggota yang saat ini belum naik pangkat,saya berpesan jangan berkecil hati, namun jadikan hal ini sebagai motifasi dan semangat untuk meningkatkan kinerja dan prestasi sehingga suatu saat saudara  saudara akan mengalami kenaikan pangkat, " tuturnya.
baca selanjutnya

Selasa, 30 Desember 2014

HUT SATPAM Ke - 34 Tahun 2014




Ketua Pengadilan  Negeri Mempawah AGUNG SULISTIYONO, memimpin Upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun Satpam ke-34 tanggal 30 Desember 2014 di halaman Mapolres Pontianak, jalan Raden Kusno - Mempawah. Upacara tersebut diikuti oleh Personil Polres Pontianak, POL PP Kab. Mempawah, KODIM 1201 Mpw dan Personil Satpam yang ada di seluruh Kabupaten Mempawah.

Peringatan ulang tahun merupakan saat yang yang tepat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas seluruh capaian yang diraih selama ini. Sebagaimana diketahui kiprah Satuan Pengamanan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri memelihara stabilitas kamtibmas. Secara historis, sebelum lahirnya kepolisian modernm pengamanan terhadap diri, keluarga, maupun harta benda, dilakukan oleh tiap-tiap anggota masyarakat yang dikenal dengan pengamanan swakarsa.

Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan masyarakat, serta dalam rangka mempersatukan arah dan tujuan penyelenggaraan kegiatan pengamanan internal pada lingkungan kerja masing-masing, maka berdasarkan SK Kapolri No. Pol : SKEP/126/XII/1980 tanggal 30 Desember 1980, ditetapkanlah Pola Pembinaan Satpam, yang hingga saat ini diperingati sebagai hari terbentuknya Satpam Indonesia.

Selama kurun waktu 34 tahun berkiprah, Satuan Pengamanan telah mampu menampilkan kinerja secara baik, khususnya dalam membantu Polri membina kamtibmas, menegakkan aturan hukum yang berlaku, serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan pada tempatnya bertugas.

Dalam sambutan yang dibacakan Ketua Pengadilan Mempawah AGUNG SULISTIYONO, Kapolri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Seluruh Personil Satuan Pengamanan atas segala kontribusi disertai semangat dan dedikasi tinggi bagi kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

Secara moral, integritas anggota Satpam juga perlu mendapat perhatian, melalui pembinaan dan pengawasan yang dilakukan Polri bersama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan secara melekat dan terstruktur. Dengan kemampuan teknis yang dimiliki dan ditunjang jiwa integritas yang tinggi, diharapkan seluruh personil Satpam akan melaksanakan tugasnya secara baik dan profesional.

Harapan itu sejalan dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun ini, yaitu " Melalui Peringatan HUT Ke-34 Satpam Tahun 2014, Kita Tingkatkan Kompetensi Satuan Pengamanan Dalam Rangka Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan Guna Terciptanya Kemananan dan Ketertiban di Lingkungan Kerja ".

Kapolri menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada segenap komunitas sekuriti, personil Satpam, serta pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Asosiasi di Bidang Pengamanan, atas dukungan dan kerja samanya dalam membangun Satuan Pengaman di Indonesia.
baca selanjutnya

Selasa, 23 Desember 2014

Polres Pontianak Gelar Pasukan Operasi Lilin Kapuas 2014







Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat pada perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, Polri didukung satuan TNI dan seluruh instansi terkait serta mitra kamtibmas lainnya, menyelenggarakan operasi kepolisian, dengan sandi " Operasi Lilin - 2014 " yang akan dilaksanakan selama 10 hari, dari tanggal 24 Desember 2014 hingga tanggal 2 Januari 2015. Operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, yang didukung dengan kegiatan deteksi dini serta penegakan hukum secara profesional dan proposional.

Apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serentak oleh jajaran Polda seluruh Indonesia pada hari ini merupakan salah satu tahapan manajerial penting dalam rangka melakukan pengecekan terhadap kesiapan akhir pelaksanaan operasi baik pada aspek personil, materiil, sarana prasarana, serta perlengkapan pendukung lainnya, termasuk pelibatan TNI dan seluruh stakeholdes terkait beserta mitra kamtibmas lainnya pada pengamanan Hari Raya Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan pergantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.

Sebagaimana diketahui bersama, Hari Raya Natal merupakan momentum religius yang diperingati setiap tahunnya oleh umat Kristiani di seluruh dunia, melalui pelaksanaan kegiatan ibadah di Gereja maupun tempat-tempat perayaan naatal bersama lainnya. Demikian juga dengan tahun baru, sudah menjadi tradisi masyarakat untuk menyambut pergantian tahun dengan bermacam kegiatan yang penuh suka cita.

Untuk melaksanakan tugas mulia dalam rangka mengamankan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 Kapolres Pontianak, AKBP HADY POERWANTO, S.IK menekankan kepada seluruh anggota Polres Pontianak untuk menyiapkan fisik dan mental dan disiplin kerja yang tinggi serta meningkatkan kesiapsiagaan dan ketanggapan untuk mengantisipasi setiap kegiatan atau aksi dari kelompok masyarakat tertentu yang dapat memicu terjadinya konflik sosial seperti tawuran antar warga, penyebaran opini negatif yang bermuatan SARA, sweeping atau razia tempat hiburan, juga tindakan provokatif lainnya yang dapat mengganggu kondusifitas kamtibmas.

Dalam mengakhiri sambutannya, Kapolres Pontianak memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Apel Gelar Pasukan Operasi " Lilin Kapuas - 2014" pada hari ini.



baca selanjutnya

Selasa, 16 Desember 2014

Polres Pontianak launching Program Wak Ander


Perkembangan pembangunan yang pesat sangat berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak dan kepentingan negara, Arus globalisasi informasi terhadap aspek ipoleksosbud  berdampak negatif  dapat mengakibatkan bencana kemanusiaan dan pembangunan, kekacauan transportasi dan komunikasi sampai terganggunya penyelenggaraan pemerintahan.

Secara khusus, akan ditunjukkan bahwa strategi pro aktif policing ( Perpolisian yang proaktif ), sebagai salah satu dari pelaksanaan fungsi kepolisian akan sangat efektif memberikan kontribusi dalam melakukan aktualisasi dan internalisasi nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan dan meningkatkan kepedulian warga bangsa akan pentingnya menciptakan kondisi aman dan damai, yang dibutuhkan dalam mengawal Pembangunan Nasional dan dalam rangka memperkokoh Ketahanan Nasional.

Guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya  gangguan Kamtibmas yang mungkin timbul diperlukan upaya nyata  baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Polri  secara profesional dengan cara meningkatkan keaktifan Polri ditengah – tengah masyarakat.  

Program Terobosan Kreatif  Proaktif  Policing yang dikembangkan di Satuan Sabhara Polres Pontianak mengambil tema “ WAK ANDER  yaitu kegiatan Patroli rutin yang ditingkatkan dengan cara menyentuh masyarakat secara langsung untuk merubah image buruk masyarakat terhadap Polri.

Polres Pontianak adalah salah satu Polres di Kalimantan Barat , yang berada di jalur Pantai Utara  Kalimantan Barat, dimana penduduknya mayoritas suku melayu dengan penggunaan bahasa ibu adalah bahasa melayu yang kental dan Khas yang ditunjukkan dengan akhir kata menggunakan huruf E.  Contoh : ‘ Mengapa ‘ menjadi ‘ mengape’, ‘Kami’ menjadi ‘kame’

Mayoritas mata pencaharian petani dan nelayan, dengan iklim panas dengan curah hujan yang tinggi.  Satu kebiasaan jika para petani / nelayan tidak bekerja mereka menunggu waktu dengan cara bersilahturohim  sesama warga sambil “ Ngobrol saling bercerita tentang pengalaman dan bersenda gurau alias behander “.

Saat mereka ngobrol dan berkelakar  terkadang disertai akan diselingi dengan ungkapan yang bernada mengundang kelucuan,  saling sakat menyakat dengan lawan bicara serta yang hadir bisa tertawa membuat suasana menjadi akrab.

Mereka yang memiliki kebiasaan seperti tersebut diatas sering disebut “ WAK ANDER “, jadi arti  Wak Ander  “ berarti Bapak tukang ngobrol,  dengan logat khas “ Wak " “ k” nya tidak diucapkan, ANDER, “  R “ nya dengan suara lidah begetar dan bekarat.

Program “ Wak Ander “   dengan harapan kehadiran  anggota Polri mampu  menyentuh  hati masyarakat ,  diterima   dan dapat benar benar  memberikan rasa aman ditengah masyarakat.

" KALO TAK ANDER, BUKAN ORANG MEMPAWAH NAMENYE "

baca selanjutnya

Rabu, 10 Desember 2014

Lagi, anggota Polres Pontianak dipecat



Seorang anggota Polres Pontianak Briptu KS diberhentikan tidak dengan hormat karena telah lebih dari 3 (tiga) kali melakukan pelanggaran disiplin bahkan sudah mencapai 6 (enam) kali maka dilakukan Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri  yang menjatuhkan putusan hukuman berupa rekomendasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Upacara ini tidak dihadiri yang bersangkutan.

Sesuai dengan Keputusan Kapolda Kalbar No : Kep /625/XI/ 2014 tanggal 24 November 2014 tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas polri, terhitung mulai tanggal 30 November 2014 terhadap Briptu KS telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap terhadap yang bersangkutan telah diberhentikan dari dinas Polri.

Kapolres Pontianak AKBP HADY POERWANTO, S.IK menghimbau agar hal tersebut dijadikan pengalaman bagi personil Polres Pontianak yang lainnya, jangan sampai mengikuti jejak yang tidak baik dan terpuji yang bermula dari pola hidup yang tidak benar, kemudian melakukan pelanggaran disiplin bahkan melakukan tindak pidana yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Selama beliau menjabat Kapolres Pontianak, sudah 3 (tiga) kali melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat yakni ;

1. PTDH An. Brpka SA, SH
2. PTDH An. Briptu SS
3. PTDH An. Briptu KS

" Saya sampaikan suatu keprihatinan karena masih ada saja anggota Polres Pontianak yang harus diupacarakan PTDH, dan saya mengharapkan hal ini adalah yang terakhir dan jangan ada yang menyusul lagi  dilakukan PTDH " ucap Kapolres Pontianak.

Dalam sambutannya, Kapolres Pontianak mengatakan bahwa akhir-akhir ini banyak anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba baik pengedar narkoba tersebut, yang pada akhirnya akan merusak diri sendiri maupun keluarganya. 

Sesuai perintah Kapolri dan Kapolda untuk dilakukan proses sidang Disiplin, Kode etik, maupun pidana umum dengan sangsi yang berat dan bahkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi personil tersebut.

Kapolres Pontianak, AKBP HADY POERWANTO, S.IK mengharapkan personil Polres Pontianak tidak ada yang terlibat narkoba, hal-hal yang ilegal, maupun tindakan yang tidak terpuji lainnya.



baca selanjutnya